AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Startup Endtech MySkill Raih Pendanaan dari East Ventures

MARKET NEWS
Rista Rama Dhany
Rabu, 18 Mei 2022 17:52 WIB
MySkill, sebuah startup teknologi pendidikan (edtech) mengumumkan telah meraih pendanaan tahap awal dalam jumlah yang tidak diungkapkan dari East Ventures.
Startup Endtech MySkill Raih Pendanaan dari East Ventures (FOTO: MNC Media)
Startup Endtech MySkill Raih Pendanaan dari East Ventures (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - MySkill, sebuah startup teknologi pendidikan (edtech) mengumumkan telah meraih pendanaan tahap awal dalam jumlah yang tidak diungkapkan dari East Ventures, perusahaan modal ventura yang banyak memodali statup teknologi salah satunya seperti Tokopedia.

“Kami sangat menghargai dukungan pendanaan ini dari East Ventures. Pendanaan ini akan mempercepat misi kami dalam mendukung para pencari kerja di Indonesia untuk menggapai karir impian mereka. MySkill hadir dengan solusi inovatif yang memastikan hasil pembelajaran yang lebih baik, di mana akan menciptakan efek domino dalam menghasilkan dampak sosial dan ekonomi yang lebih baik di Indonesia,” kata Angga Fauzan, Co-Founder & Chief Executive Officer MySkill.

MySkill didirikan oleh Angga Fauzan, Co-Founder & Chief Executive Officer MySkill dan Erahmat, Co-Founder & Chief Business Officer MySkill pada pertengahan tahun 2021. Kedua co-founder ini menyadari akan kesenjangan keterampilan yang sangat besar antara dunia akademik dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, yang berujung pada banyak orang kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang layak.

Hal ini juga tercermin pada studi J.P. Morgan dan Singapore Management University, yang menemukan bahwa salah satu penyebab rendahnya jumlah tenaga kerja berkualitas di Indonesia dikarenakan kesenjangan antara dunia akademik dan industri. Situasi tersebut diperparah oleh pandemi yang akibatnya dirasakan oleh lebih dari 29 juta pekerja di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).

MySkill mendemokratisasi peningkatan keterampilan dan pencarian pekerjaan untuk lebih dari 70 juta tenaga kerja muda di Indonesia. MySkill memberikan solusi dengan menggabungkan tiga jenis pembelajaran: Pembelajaran Independen, Interaktif, dan Privat, karena mereka percaya bahwa kombinasi tersebut dapat menghadirkan hasil yang lebih baik dari proses pembelajaran.

MySkill akan mengalokasikan dana untuk mempercepat adopsi platform, serta untuk terus mengembangkan solusi yang mereka tawarkan. MySkill telah memiliki lebih dari 700.000 pengguna dalam waktu kurang dari satu tahun sejak beroperasi, dan saat ini menyediakan tiga solusi pembelajaran utama, termasuk Mentoring Privat, Bootcamp Interaktif, dan Video E-Learning On-Demand. Kombinasi dari berbagai solusi ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam, di mana secara langsung akan bermanfaat dan mempertajam keterampilan para pengguna dalam mendapatkan pekerjaan impian mereka.

“Kami senang untuk menyambut MySkill sebagai bagian dari portofolio East Ventures. Kami percaya MySkill akan menjadi solusi yang tepat dalam memastikan kesiapan dunia akademik dan keterampilan penggunanya dalam mendapatkan pekerjaan impian mereka. Melihat kesenjangan besar yang dihadapi ketenagakerjaan Indonesia saat ini, kami percaya MySkill dapat membawa lebih banyak pertumbuhan serta dampak ke industri tenaga kerja di Indonesia,” kata Devina Halim, Principal East Ventures.

MySkill berbasis di Indonesia, di mana para co-founder merupakan kawan semasa kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) serta telah berkecimpung di dunia pendidikan dan bisnis selama lebih dari 5 tahun. Angga mulai membangun organisasi komunitas pendidikannya di ITB dan mendapatkan nominasi Edinburgh Student Awards saat menempuh magister di Britania Raya. 

Angga juga telah bekerja sebagai profesional di bidang marketing selama lebih dari 6 tahun di berbagai startup seperti Zenius dan Bibit. Di lain sisi, Erahmat saat ini sedang menyelesaikan studi PhD-nya di Korea Selatan usai menyelesaikan S1 di ITB. Ia juga memiliki pengalaman dalam bisnis Pelatihan Olimpiade Sains Nasional dan Internasional, dan mendapatkan kepercayaan dan telah bekerja sama dengan berbagai sekolah di seluruh Indonesia. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD