sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Stok Beras Capai 5,1 Juta Ton, Gudang Bulog Hampir Overload

Market news editor Tangguh Yudha
23/04/2026 13:19 WIB
Cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,1 juta ton, atau tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Stok Beras Capai 5,1 Juta Ton, Gudang Bulog Hampir Overload (Foto: iNews Media Group)
Stok Beras Capai 5,1 Juta Ton, Gudang Bulog Hampir Overload (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,1 juta ton, atau tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan, kapasitas gudang penyimpanan Bulog hampir penuh sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton.

"Alhamdulillah, hari ini, tanggal 23 April 2026, sekarang jam 8.55, stok beras seluruh Indonesia 5.198.000 ton. Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ini sejarah pertama, inilah hasil kerja keras kita semua," kata Amran dalam kunjungannya ke gudang Bulog di Karawang, Kamis (23/4/2026).

Amran menyebut, pemerintah tengah menambah lagi kapasitas sewa sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat.

"Totalnya gudang kapasitas di sini saja, Karawang, kita sewa 102.000 ton, yang sudah terisi 80.000 ton. Mungkin dua minggu ke depan ini penuh lagi. Sekarang kita sudah sewa gudang seluruh Indonesia, 2 juta ton, kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton,dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya," ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Amran, menunjukkan perbaikan signifikan dalam ketahanan pangan nasional. Pada periode 2023-2024, Indonesia masih mengimpor beras hingga 7 juta ton. Namun pada 2025 Indonesia tidak lagi melakukan impor, dan pemerintah menargetkan kondisi tersebut berlanjut hingga 2026. “InsyaAllah 2026 kita tidak impor beras,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, Amran juga menyebut Indonesia kini mulai berkontribusi pada stabilitas pangan global, terutama bagi negara-negara dengan konsumsi beras tinggi.

Capaian ini menjadi tonggak penting dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia, khususnya karena terjadi pada periode April yang biasanya belum mencapai puncak stok nasional.

"Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April," tutur dia.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement