Hingga pukul 10.40 WIB, saham JECX melesat Rp310 atau 24,8 persen ke Rp1.560, menyentuh batas auto rejection atas (ARA) yang dipatok regulator 25 persen. Sepanjang masa penawaran umum, saham JECX memperoleh respons positif dari investor, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap rekam jejak, posisi bisnis, serta prospek pertumbuhan JEC.
Saham JECX mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling allotment) dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor. Sementara untuk seluruh penjatahan mencatat oversubscribed 5,61 kali.
Sementara itu, Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, David Agus menyampaikan IPO JECX merupakan salah satu langkah penting bagi pengembangan industri layanan kesehatan di pasar modal Indonesia. Sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek, Trimegah Sekuritas melihat IPO JECX sebagai momentum penting bagi untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Dengan rekam jejak JEC sebagai penyedia layanan kesehatan mata yang telah beroperasi selama lebih dari empat dekade, jaringan fasilitas yang terus berkembang, serta strategi ekspansi yang terarah, perseroan memiliki posisi yang baik untuk menangkap peluang pertumbuhan industri layanan kesehatan mata di Indonesia," ujar David.
Ke depan, perseroan akan terus memperkuat strategi pertumbuhan berbasis continuum of care, melalui pengembangan layanan primer, sekunder, hingga tersier. Strategi tersebut mencakup perluasan jangkauan layanan, pengembangan layanan subspesialistik, pemanfaatan teknologi medis terkini, serta transformasi digital yang terintegrasi untuk meningkatkan pengalaman pasien dan efektivitas layanan.