AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Susul ADRO, Adaro Minerals Siap IPO Akhir 2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 09 Desember 2021 20:20 WIB
Anak Usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yakni PT Adaro Minerals Indonesia tinggal selangkah lagi menjadi penghuni baru emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Susul ADRO, Adaro Minerals Siap IPO Akhir 2021
Susul ADRO, Adaro Minerals Siap IPO Akhir 2021

IDXChannel - Anak Usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yakni PT Adaro Minerals Indonesia tinggal selangkah lagi menjadi penghuni baru emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun ini.

Produsen tambang batu bara metalurgi tersebut bakal menerbitkan sekitar 6.048.580.000 saham baru melalui penawaran umum perdana (IPO). Jumlah tersebut setara dengan 15% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Berdasarkan prospektus yang diumumkan pada Rabu (8/12/2021), perseroan menetapkan harga perdana sahamnya sekitar Rp100-125 per saham. Dengan demikian, perseroan diperkirakan bakal meraup dana segar mencapai Rp756,07 miliar.

Adaro Minerals juga bakal menambah jumlah saham baru sejumlah 604.858.000 saham atau 1,48% dari total modal, apabila terjadi kelebihan permintaan saat penjatahan terpusat / pooling account. Sehingga, jumlah penawaran umum secara keseluruhan mencapai Rp831,67 miliar.

Terkait rincian penggunaan dana IPO, manajemen perseroan menuturkan bakal memakai 60% dana penawaran umum untuk keperluan pemberian pinjaman kepada entitas anak yang dipergunakan untuk membiayai belanja modal.

Adapun belanja modal tersebut antara lain perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan batu bara serta infrastruktur pendukung. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya produksi batu bara serta biaya eksplorasi dalam rangka keperluan pengembangan teknik penambangan di Lampunut dalam kurun waktu 2022-2023.

Sementara sisanya sebesar 40% bakal digunakan untuk membayar kembali sebagian pokok pinjaman kepada induknya, Adaro Energy.

Adaro Minerals akan memulai penawaran awal (bookbuilding) pada Kamis 9 Desember 2021 hingga 16 Desember 2021.

Perseroan memperkirakan dapat memperoleh izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 Desember 2021 agar bisa membuka penawaran umum pada 24-28 Desember 2021, dan perkiraan tanggal pencatatan di bursa pada 30 Desember 2021

Perseroan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Secara fundamental, perseroan mencatatkan laba bersih sebanyak USD44,99 juta pada periode Januari-Agustus 2021. Torehan tersebut meningkat drastis dibandingkan periode sama tahun 2020 yang mengalami rugi tahun berjalan sebesar USD18,64 juta.

Kenaikan laba didorong oleh meningkatnya pendapatan usaha perseroan sebanyak USD206,62 juta, lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar USD74,79 juta.

Sedangkan posisi aset perseroan per 31 Agustus 2021 mencapai USD811,00 juta dengan jumlah ekuitas sebesar USD 49,03 juta dan total liabilitas USD761,96 juta.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD