Untuk mendukung ekspansi bisnis tersebut, perseroan memperkirakan kebutuhan investasi armada kendaraan baru mencapai Rp108,9 miliar dalam lima tahun.
Investasi ini mencakup pengadaan sekitar 665 unit kendaraan berbagai tipe selama periode proyeksi keuangan. Setelah periode awal ekspansi, kebutuhan belanja modal diperkirakan berada di kisaran Rp15 miliar hingga Rp20 miliar per tahun.
TRJA menyatakan, sumber pendanaan ekspansi akan berasal dari kas dan setara kas perseroan. Meski demikian, rencana ini tidak memerlukan tambahan modal awal karena telah memiliki tenaga kerja berpengalaman serta sumber daya pendukung operasional yang memadai.
Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Mei 2026.
(DESI ANGRIANI)