Pembagian dividen jumbo tersebut datang di tengah kinerja keuangan BSSR yang masih tumbuh.
Pada semester I-2026, perseroan membukukan penjualan sebesar USD361,1 juta, naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD326,4 juta.
Laba bersih BSSR juga meningkat 27 persen menjadi USD63 juta atau sekitar Rp1,1 triliun.
Dari sisi operasional, BSSR mengandalkan kegiatan produksi batu bara melalui dua wilayah tambang utama, yakni konsesi BSSR di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, serta anak usahanya, PT Antang Gunung Meratus (AGM), di Kalimantan Selatan.
Mengutip materi public expose Juni 2026, BSSR memiliki konsesi seluas 2.472,41 hektare di Kutai Kartanegara dengan produksi batu bara berkalori GAR 3.400 dan GAR 4.100.