Logistik batu bara dari pit menuju pelabuhan menggunakan jalan hauling sepanjang 24 kilometer dengan truk. Selanjutnya, batu bara dikirim dari Port Bukungan menuju laut lepas menggunakan tongkang sejauh 49 kilometer.
Sementara itu, AGM memiliki wilayah konsesi jauh lebih luas, mencapai 22.433 hektare yang tersebar di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Banjar, dan Hulu Sungai Selatan. AGM memproduksi batu bara dengan kualitas GAR 3.400, GAR 4.200, GAR 5.600, hingga GAR 6.400.
Rantai logistik AGM mencakup hauling sepanjang 35 kilometer dari stockpile Ida Manggala ke Lok Buntar Coal Terminal (LBCT), kemudian pengangkutan dengan tongkang sejauh 28,5 kilometer menuju Sungai Puting Coal Terminal (SPCT).
Dari sana, batu bara diangkut menggunakan tongkang besar sejauh 130 kilometer menuju laut lepas atau Taboneo Anchorage.
Meski kinerja keuangan tumbuh, volume produksi BSSR dan AGM dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan fluktuasi.