sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tekanan Astra International (ASII) Dinilai Sudah Diantisipasi Pasar, Simak Prospeknya

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
15/06/2026 11:15 WIB
Sejumlah tekanan terhadap kinerja PT Astra International Tbk (ASII) dinilai telah tercermin (priced in) dalam valuasi saham saat ini.
Tekanan Astra International (ASII) Dinilai Sudah Diantisipasi Pasar, Simak Prospeknya. (Foto: Astra)
Tekanan Astra International (ASII) Dinilai Sudah Diantisipasi Pasar, Simak Prospeknya. (Foto: Astra)

IDXChannel - Sejumlah tekanan terhadap kinerja PT Astra International Tbk (ASII) dinilai telah tercermin (priced in) dalam valuasi saham saat ini.

Maybank Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk ASII meski memangkas proyeksi kinerja perseroan.

Analis Maybank Sekuritas Paulina Margareta dalam risetnya menyebut tantangan seperti penurunan pangsa pasar otomotif sebagian besar sudah diperhitungkan oleh pasar.

Kondisi tersebut tercermin dari valuasi saham yang telah mengalami penyesuaian, sehingga ruang penurunan lebih lanjut dinilai relatif terbatas.

Selain itu, manajemen Astra telah memperkenalkan peta jalan baru yang berfokus pada peningkatan total shareholder returns secara berkelanjutan.

Strategi tersebut mencakup penguatan disiplin portofolio bisnis serta peningkatan efisiensi dalam alokasi modal.

Meski tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang, Maybank Sekuritas memangkas estimasi laba Astra International untuk periode 2026-2027 sebesar 11 persen-12 persen.

Sejalan dengan revisi tersebut, target harga saham Astra International diturunkan menjadi Rp5.500 per unit dari sebelumnya Rp6.700 per unit.

Sebelumnya, ASII kembali mengumumkan pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai Rp8 triliun.

Rencana ini akan dimintai persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Juli 2026.

Dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (10/6/2026) perseroan menjelaskan, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor.

Astra memastikan, porsi saham yang beredar di publik (free float) tetap memenuhi ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni tidak kurang dari 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah pelaksanaan buyback.

Apabila memperoleh persetujuan pemegang saham, program buyback akan dilaksanakan dalam periode 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027.

Perseroan menegaskan, seluruh dana untuk pelaksanaan buyback akan berasal dari kas internal perusahaan dan tidak bersumber dari pinjaman maupun dana hasil penawaran umum.

Aksi korporasi tersebut tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kondisi keuangan maupun kegiatan operasional perseroan.

Setelah periode buyback berakhir, saham yang diperoleh akan dicatat sebagai saham treasuri. Perseroan juga membuka peluang untuk melakukan pengalihan atas saham hasil pembelian kembali tersebut. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement