“Dengan harga emas yang tetap tinggi, kenaikan volume produksi dan harga jual rata-rata dapat menjadi penopang yang berarti bagi laba United Tractors,” demikian pandangan Bahana dalam risetnya.
Sejalan dengan proyeksi tersebut, Bahana menaikkan target harga saham UNTR menjadi Rp28.200 per saham dari sebelumnya Rp28.000, terutama untuk mencerminkan penyesuaian valuasi. Rekomendasi beli atau buy tetap dipertahankan.
Pada perdagangan Jumat (28/8/2026), saham UNTR ditutup melemah 1,94 persen ke level Rp24.000 per saham.
Prospek dari bisnis emas tersebut menjadi sentimen positif bagi UNTR setelah sebelumnya Maybank Sekuritas Indonesia memangkas proyeksi laba Perseroan untuk 2026 dan 2027.
Maybank menurunkan proyeksi laba bersih inti setelah pajak dan kepentingan non-pengendali atau core net profit after tax and minority interests UNTR masing-masing sebesar 52,3 persen untuk 2026 dan 49,3 persen untuk 2027.