Pemangkasan proyeksi tersebut dilakukan setelah Maybank memperhitungkan dampak rugi penurunan nilai aset atau impairment pada bisnis panas bumi dan pertambangan nikel, serta prospek operasional yang lebih lemah di berbagai segmen usaha.
Dalam laporan risetnya, Maybank mencatat kinerja UNTR pada semester I-2026 terbebani sekitar Rp2,76 triliun rugi penurunan nilai aset yang diakui pada kuartal II-2026. Beban tersebut terutama berkaitan dengan eksposur Perseroan di sektor panas bumi.
Seiring revisi proyeksi laba tersebut, Maybank menurunkan rekomendasi saham UNTR menjadi tahan (hold) dari sebelumnya beli (buy). Target harga juga dipangkas menjadi Rp25.600 per saham dari sebelumnya Rp31.500. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.