Manajemen Telkom menyebut, dana buyback saham tersebut berasal dari kas internal. Angka itu sudah termasuk biaya transaksi buyback saham, biaya perantara, dan biaya lainnya terkait buyback.
Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki perseroan. Dana tersebut dipastikan tidak akan mengganggu operasional dan keuangan perseroan.
"Sumber pendanaan yang akan digunakan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham berasal dari optimalisasi kas perseroan," ujar manajemen Telkom.
Posisi keuangan Telkom saat ini sangat kuat. Hingga 31 Maret 2026, posisi kas dan setara kas perusahaan telekomunikasi itu mencapai Rp37,55 triliun.
Telkom juga memiliki mesin kas yang kuat di mana arus kas dari aktivitas operasional dalam tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp17,29 triliun. Angka itu berasal dari penerimaan kas pelanggan yang mencapai Rp36,97 triliun setelah dikurangi pembayaran kas kepada karyawan hingga vendor.
(Rahmat Fiansyah)