IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mempercepat pelaksanaan program pembelian kembali saham (share buyback) yang telah dianggarkan sebesar Rp4 triliun. Hingga 19 Oktober 2026, sisa alokasi dana buyback saham mencapai Rp3 triliun.
Harga saham TLKM sempat menyentuh level Rp1.770, yang merupakan terendah sejak Juli 2012. Penurunan tajam tersebut akibat sentimen Standalone Market MSCI bersamaan dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hari ini, harga saham TLKM melejit 16 persen ke Rp2.060.
Telkom sebelumnya telah memperoleh restu buyback saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 8 Juni 2026. Program tersebut dijadwalkan berjalan untuk periode 12 bulan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027. Percepatan pelaksanaan yang direncanakan ini merupakan bagian dari strategi alokasi modal Telkom untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno mengatakan, pelaksanaan buyback saham dilakukan dengan tetap mengedepankan disiplin alokasi modal, sejalan dengan keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis yang solid dan prospek jangka panjang perseroan.
“Kami meyakini Telkom memiliki fundamental bisnis yang kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Pelaksanaan buyback merupakan salah satu wujud keyakinan kami terhadap nilai perseroan, seiring transformasi TelkomGroup melalui strategi TLKM 30 yang diarahkan untuk mengoptimalkan potensi bisnis dan meningkatkan nilai perusahaan,” ujar Nanang dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Angelo menekankan bahwa pelaksanaan buyback tetap mempertimbangkan prioritas alokasi modal dan kemampuan arus kas perseroan yang solid. Program buyback saham didanai sepenuhnya dari kas internal di mana pelaksanaannya memperhatikan kebutuhan likuiditas serta prioritas alokasi modal guna menjaga fleksibilitas keuangan.
“Pelaksanaan buyback merupakan bagian dari keputusan alokasi modal yang kami pertimbangkan secara disiplin, dengan melihat fundamental Perseroan dan prospek bisnis ke depan. Kami memastikan setiap keputusan penggunaan modal tetap sejalan dengan prioritas strategis TelkomGroup, sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan agar mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Sejalan dengan transisi Telkom menuju Strategic Holding dengan model Holding Company–Operating Company (HoldCo–OpCo), Telkom terus mengakselerasi penataan portofolio dan efisiensi untuk memperkuat kinerja operasional. Inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat margin EBITDA dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan sebagai fondasi penciptaan nilai bagi pemegang saham.
(Rahmat Fiansyah)