
Pada kuartal I-2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, tumbuh 1,5 persen. EBITDA tercatat sebesar Rp18 triliun dengan margin 48,13 persen.
Di sisi bottom line, laba bersih Telkom mencapai Rp4,3 triliun denga margin 11,7 persen. Sementara untuk laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8 persen. Kontraksi laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama masa transforamsi.
Meski begitu, tekanan tersebut bersifat transisional dan non-cash. Sementara fundamental bisnis Telkom tetap terjaga. Hal ini tercermin dari arus kas operasional yang tumbuh 3,1 persen menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program total pengeluaran serta disiplin penagihan yang semakin baik.
(Rahmat Fiansyah)