IDXChannel - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat realisasi belanja modal (capital expenditure atau capex) sepanjang Januari-Maret 2026 sebesar Rp4,9 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,7 triliun.
Adapun realisasi capex Telkom pada kuartal I-2026 sebanyak 99 persen dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur di segmen inti Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B) Infrastructure, International, dan sisanya untuk pengembangan platform digital.
Perseroan juga terus melakukan efisiensi operasional melalui inisiatif streamlining sekaligus penataan portofolio bisnis berbasis HoldCo-OpCo, termasuk divestasi, merger, maupun likuiditas entitas non-core. Salah satu progres streamlining yang tengah berjalan yakni divestasi AdMedika Group yang akan selesai pada akhir kuartal II-2026.
Inisiatif streamlining merupakan bagian dari penerapan strategi transformasi TLKM 30 dalam rangka mendorong kinerja sekaligus menerapkan disiplin operasional.
"Tahun ini, Telkom akan semakin gencar dalam mengakselerasi strategi TLKM 30 demi menciptakan value yang optimal dan memastikan keberlangsungan perusahaan yang semakin solid ke depannya," kata Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini dikutip Minggu (31/5/2026).

Pada kuartal I-2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, tumbuh 1,5 persen. EBITDA tercatat sebesar Rp18 triliun dengan margin 48,13 persen.
Di sisi bottom line, laba bersih Telkom mencapai Rp4,3 triliun denga margin 11,7 persen. Sementara untuk laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8 persen. Kontraksi laba bersih terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan dari percepatan depresiasi dan normalisasi bisnis selama masa transforamsi.
Meski begitu, tekanan tersebut bersifat transisional dan non-cash. Sementara fundamental bisnis Telkom tetap terjaga. Hal ini tercermin dari arus kas operasional yang tumbuh 3,1 persen menjadi Rp17,3 triliun, didorong oleh implementasi program total pengeluaran serta disiplin penagihan yang semakin baik.
(Rahmat Fiansyah)