Pada tender 2025, VKTR berhasil memperoleh kontrak pengadaan 80 unit bus listrik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 unit telah dibukukan, sementara 30 unit telah dikirim pada kuartal I-2026.
Samuel Sekuritas memperkirakan, bisnis bus listrik akan menyumbang pendapatan sekitar Rp268 miliar pada 2026, dengan asumsi penjualan sekitar 70 unit.
Saat ini, armada bus listrik VKTR telah beroperasi sebanyak sekitar 165 unit selama hampir 50 bulan dengan rata-rata jarak tempuh mencapai 210 kilometer per hari.
Selain mengandalkan bus berukuran 12 meter, VKTR juga tengah menyiapkan peluncuran bus listrik berukuran 8 meter untuk melengkapi lini produknya pada 2026.
Kehadiran model baru tersebut dapat memperluas peluang perseroan dalam mengikuti tender bus listrik maupun memenuhi kebutuhan operator transportasi.
Di sisi lain, prospek bisnis truk listrik (e-truck) juga semakin menjanjikan. Permintaan diperkirakan meningkat secara bertahap, terutama dari sektor pertambangan dan perkebunan yang mulai menjalankan agenda dekarbonisasi.