sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tender Pemerintah Berkurang, Jasa Marga Buka Opsi Investasi di Jalan Tol yang Sudah Beroperasi

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
09/09/2026 23:30 WIB
PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membuka peluang untuk mengakuisisi jalan tol atau berinvestasi pada proyek jalan tol yang telah beroperasi (brownfield).
Tender Pemerintah Berkurang, Jasa Marga Buka Opsi Investasi di Jalan Tol yang Sudah Beroperasi. Foto: iNews Media Group.
Tender Pemerintah Berkurang, Jasa Marga Buka Opsi Investasi di Jalan Tol yang Sudah Beroperasi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membuka peluang untuk mengakuisisi jalan tol atau berinvestasi pada proyek jalan tol yang telah beroperasi (brownfield) untuk memperkuat portofolio bisnis perseroan. 

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan Achmad Purwantono mengatakan perseroan tetap terbuka terhadap berbagai peluang investasi, khususnya pada aset brownfield. Strategi ini ditempuh di tengah semakin terbatasnya tender proyek jalan tol baru yang digelar pemerintah.

"Dalam hal ekspansi sesuai dengan arah strategis yang disampaikan sebelumnya, Jasa Marga terbuka untuk peluang investasi pada sektor brownfield, mengingat saat ini tender jalan tol baru memang tidak terlalu banyak jika dibandingkan periode sebelumnya," ujar Rivan dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, strategi ekspansi Jasa Marga tidak semata-mata diarahkan untuk menambah jumlah ruas jalan tol baru. Perseroan akan menyeleksi setiap peluang investasi berdasarkan potensi nilai tambah yang dapat diberikan terhadap bisnis.

Pada kesempatan itu, perseroan juga memaparkan karakteristik bisnis jalan tol membutuhkan investasi jangka panjang. Biaya investasi awal berada di kisaran Rp200-Rp400 miliar per kilometer, dengan arus kas yang cenderung negatif pada periode awal 5-10 tahun dan periode pengembalian investasi sekitar 15-25 tahun.

Karena itu, perseroan menempatkan pengendalian belanja modal sebagai salah satu agenda strategis pada 2026. Jasa Marga masih akan fokus menyelesaikan lima ruas jalan tol baru dengan aktivitas konstruksi yang dikendalikan secara bertahap untuk menjaga free cash flow tetap positif.

Perseroan juga akan mengoptimalkan struktur pendanaan melalui diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk refinancing, green financing, serta penerbitan obligasi melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement