Karena itu, perseroan menempatkan pengendalian belanja modal sebagai salah satu agenda strategis pada 2026. Jasa Marga masih akan fokus menyelesaikan lima ruas jalan tol baru dengan aktivitas konstruksi yang dikendalikan secara bertahap untuk menjaga free cash flow tetap positif.
Perseroan juga akan mengoptimalkan struktur pendanaan melalui diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk refinancing, green financing, serta penerbitan obligasi melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).
(NIA DEVIYANA)