AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Terbebani Saham Tesla dan Teknologi, Wall Street Berakhir Amblas

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Sabtu, 06 Agustus 2022 06:30 WIB
Akibat beban berat saham Tesla dan teknologi lainnya, kinerja tiga indeks utama Wall Street berakhir dengan penurunan.
Terbebani Saham Tesla dan Teknologi, Wall Street Berakhir Amblas. (Foto: MNC Media)
Terbebani Saham Tesla dan Teknologi, Wall Street Berakhir Amblas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Akibat beban berat saham Tesla dan teknologi lainnya, kinerja tiga indeks utama Wall Street berakhir dengan penurunan. Tak hanya itu, sentimen lain terkait laporan data pekerjaan juga menimbulkan kekhawatiran investor terkait langkah agresif The Federal Reserve.

Dilansir Reuters, Sabtu (6/8/2022), S&P 500 kehilangan 7,23 poin, atau 0,17%, menjadi 4.144,71 poin, Nasdaq Composite turun 64,90 poin, atau 0,51%, menjadi 12.655,68. Sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 69,97 poin, atau 0,21%, menjadi 32.796,79.

Data menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan jauh lebih banyak pekerja dari yang diharapkan pada bulan Juli, bulan ke-19 ekspansi gaji, dengan tingkat pengangguran turun ke level terendah pra-pandemi sebesar 3,5%.

Laporan tersebut menambah data terbaru yang melukiskan gambaran optimis ekonomi terbesar dunia setelah mengalami kontraksi pada paruh pertama tahun ini. Itu mengempiskan ekspektasi investor bahwa The Fed mungkin akan menghentikan serangkaian kenaikan suku bunga yang bertujuan untuk mengendalikan ekonomi.

"Ini semua tentang The Fed. Laporan pekerjaan yang sangat kuat seperti kami telah memberi tekanan pada The Fed untuk memperketat lebih lama," kata Adam Sarhan, kepala eksekutif 50 Park Investments. "Pasar takut The Fed akan melakukan overshoot lagi. Jika mereka mengetatkan terlalu tajam dan terlalu lama, itu akan menyebabkan hard landing, resesi yang dalam."

Tesla jatuh dan membebani S&P 500 dan Nasdaq. Meta Platforms pemilik Facebook dan Amazon juga jatuh dan menurunkan indeks.

Imbal hasil Treasury AS naik karena peluang kenaikan suku bunga 75 basis poin pada bulan September meningkat. Itu membantu bank JPMorgan dan saham bank lainnya.

Fokus sekarang beralih ke data inflasi yang akan dirilis minggu depan, dengan harga konsumen tahunan AS diperkirakan akan melonjak sebesar 8,7% pada Juli setelah kenaikan 9,1% pada Juni.

Beberapa pembuat kebijakan minggu ini terjebak pada sikap pengetatan kebijakan yang agresif sampai mereka melihat bukti kuat dan tahan lama bahwa inflasi cenderung menuju tujuan 2% Fed.

Inflasi yang melonjak, perang di Ukraina, krisis energi Eropa dan wabah COVID-19 di China telah mengguncang investor tahun ini.

Musim pendapatan kuartal kedua yang sebagian besar optimis telah membantu S&P 500 bangkit kembali sekitar 13% dari posisi terendah pertengahan Juni setelah kinerja babak pertama yang kasar.

Lyft Inc melonjak setelah perusahaan ride-hailing memperkirakan laba operasi yang disesuaikan sebesar USD1 miliar untuk 2024 setelah membukukan rekor pendapatan kuartalan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD