AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Wall Street Semringah, Bursa Asia Ikut Terdongkrak

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Kamis, 04 Agustus 2022 12:03 WIB
Setelah saham AS melonjak pada Rabu (3/8/2022) waktu setempat, giliran saham Asia ikut terdongkrak pada Kamis ini.
Wall Street Semringah, Bursa Asia Ikut Terdongkrak. (Foto: MNC Media)
Wall Street Semringah, Bursa Asia Ikut Terdongkrak. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah saham AS melonjak pada Rabu (3/8/2022) waktu setempat, giliran saham Asia ikut terdongkrak pada Kamis ini. Tren kenaikan saham ini dipicu oleh adanya fundamental dan faktor pendapatan, didukung juga oleh data ekonomi yang kuat.

Sementara taruhan pada kenaikan suku bunga The Fed semakin mendukung imbal hasil Treasury dalam tempo yang lebih pendek.

Sebelumnya, saham Asia mengalami kemunduran akibat ketegangan AS dan China dalam kunjungan Nancy Pelosi menuju Taiwan. Namun, setelah Pelosi meninggalkan Taiwan ketegangan dapat reda dan memicu optimisme para investor.

Pangsa global sempat terdorong naik ke level tertinggi sejak awal Juni, ditambah dengan kenaikan pada perusahan teknologi China.

Dolar pun bergerak fluktuatif diikuti adanya laporan bahwa minyak mengalami tanda-tanda penurunan sebulan ke depan. Sedangkan stok minyak mentah dan bensin AS dilaporkan melonjak minggu lalu.

Di sisi lain, saham berjangka AS masih bergerak fluktuatif karena para pedagang menimbang jangka waktu kenaikan ekuitas dari posisi terendah (bearish). Namun kini, saham global mulai menunjukkan rebound sekitar 10% dari level terendahnya pada bulan Juni, hal ini mengikis kerugian sekitar 15%. 

Kabar baik juga datang dari pendapatan dan pembelian Moderna Inc. dan Paypal Holdings Inc. Hal ini disambut baik oleh para investor. Pada sektor jasa AS juga mengalami peningkatan kuat yakni hampir 75% perusahaan AS meraih pendapat di luar dugaa. 

Di benua Eropa, yakni Inggris akan memperketat moneter global guna mengerem ekonomi dunia. Bank of England diminta untuk bergabung dengan 70 lembaga lain di dunia untuk memberikan peningkatan setengah poin biaya pinjaman. 

The Fed, dalam hal ini menjanjikan tindakan lebih dalam upaya meredakan inflasi tinggi berupa kenaikan suku bunga, meski hal ini beresiko tinggi terhadap resesi. 

"Volatilitas belum berakhir dan banyak data masih di luar sana, itu masih penting," Ann Miletti, kepala ekuitas aktif di Allspring Global Investments, seperti yang dikutip dari Bloomberg, Kamis (4/8/2022). 

“Saya masih akan fokus pada kualitas di sini karena ada banyak kesulitan yang akan datang, banyak jawaban yang masih kami butuhkan” katanya lagi.

Kondisi tak menentu masih terjadi, meski nampaknya terjadi kenaikan pada pasar global. Perdebatan terbesar adalah apakah kenaikan tersebut menujukkan kepuasan meski pasar obligasi menunjukkan peringatan perlambatan ekonomi. (TYO/RIBKA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD