AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24935.43
-0.07%
-16.92
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Terdampak Pandemi, Pendapatan Surya Semesta (SSIA) Susut 4,5 Persen di Kuartal III-2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 08 Desember 2021 17:58 WIB
Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,3 triliun hingga September 2021.
Terdampak Pandemi, Pendapatan Surya Semesta (SSIA) Susut 4,5 Persen di Kuartal III-2021 (FOTO:MNC Media)
Terdampak Pandemi, Pendapatan Surya Semesta (SSIA) Susut 4,5 Persen di Kuartal III-2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1,3 triliun hingga September 2021. 

Pendapatan ini mengalami penurunan 4,5% dari Rp2,1 triliun yang yang dibukukan pada periode sama tahun lalu. Melalui siaran resminya, perseroan memaparkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh pendapatan konstruksi dan perhotelan yang masing-masing turun sebesar 38,9% dan 39,2%. 

Sementara itu, pendapatan segmen bisnis properti SSIA juga merosot sekitar 2,0%. Laba kotor perseroan turun 27,1% YoY menjadi Rp246,9 miliar dari Rp338,5 miliar pada periode sama tahun lalu, akibat dari penurunan laba kotor perhotelan sebesar 58,1%. 

EBITDA perseroan juga anjlok 118.1% YoY menjadi -Rp7,2 miliar dari Rp39,7 miliar pada periode sama tahun lalu, disebabkan karena penurunan EBITDA perhotelan sebesar 49,5%. 

Rugi bersih konsolidasi SSIA per September 2021 tercatat sebesar Rp269,0 miliar, atau turun 35,9% dibandingkan dengan rugi bersih Rp197,9 miliar pada periode sama tahun 2020. Penurunan laba bersih terutama disebabkan oleh penurunan laba operasional sekitar 2,055.7% dari -Rp4,0 miliar pada periode sama tahun lalu menjadi -Rp86,9 miliar hingga kuartal III-2021. 

Adapun posisi kas perseroan per 30 September 2021 mencapai Rp665,1 miliar, turun 37,4% dari posisi kas pada semester I-2021 sekitar Rp1,06 triliun. Penurunan tersebut disebabkan oleh pembebasan lahan Subang Smartpolitan serta pengembangan pada periode kuartal III-2021 yaitu sekitar Rp215 miliar. 

Sedangkan utang kena bunga per September 2021 sebesar Rp2,5 triliun dan menghasilkan rasio utang/ekuitas (gearing ratio) sebesar 63,0%. 

Dari segi penjualan, SSIA mencatatkan penjualan lahan seluas 8,8 hektar pada ke perusahaan teknologi regional dan perusahaan kimia dengan nilai total Rp155,9 miliar. Torehan tersebut naik 58,5% dibandingkan dengan penjualan tanah pada perioda sama tahun lalu sebesar 5,6 hektar. 

"SSIA berusaha meraih tambahan penjualan lahan sebesar 5 hektar hingga akhir 2021 yang berasal dari Suryacipta City of Industry Karawang meskipun penjualan lahan melambat selama 1,5 tahun terakhir," tulis perseroan melalui siaran resminya, Rabu (8/12/2021). 

Perseroan menyatakan wabah virus corona yang berkepanjangan pada 2021 berdampak terhadap tiga pilar bisnis SSIA. 

Unit bisnis konstruksi diperkirakan membukukan pendapatan yang lebih rendah sepanjang tahun 2021 sekitar 25% dari pendapatan periode sama tahun 2020. 

Sementara itu, segmen bisnis perhotelan diproyeksikan akan membukukan pendapatan yang lebih rendah selama 2021 terutama karena pendapatan perhotelan pada kuartal I-2020 belum memasuki dampak dari Covid-19. 

Secara keseluruhan, prospek pendapatan sepanjang 2021 diperkirakan bakal lebih rendah sekitar 25% dibandingkan dengan pendapatan periode tahun sebelumnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD