Termasuk Indonesia, Google dan Microsoft Mangkir Bayar Pajak Rp41 Triliun

Market News
Shifa Nurhaliza
Senin, 26 Oktober 2020 12:15 WIB
Tiga perusahaan teknologi raksasa AS seperti Google, Facebook, dan Microsoft melakukan praktik penghindaran pajak (tax avoidance).
Termasuk Indonesia, Google dan Microsoft Mangkir Bayar Pajak Rp41 Triliun. (Foto: Ist)

IDXChannel - Tiga perusahaan teknologi raksasa AS seperti Google, Facebook, dan Microsoft melakukan praktik penghindaran pajak (tax avoidance) di negara-negara maju dan berkembang, salah satunya di Indonesia.

Dilansir The Guardian, Senin (26/10/2020), penelitian yang dilakukan oleh ActionAid International menunjukkan, perusahaan-perusahaan itu memanfaatkan celah sistem perpajakan global agar bisa menghindari pajak. Nilainya mencapai USD2,8 miliar atau setara Rp41 triliun per tahun.

"Kehilangan potensi pajak itu bisa digunakan untuk menggaji lebih dari 700.000 guru baru atau 850.000 guru sekolah dasar," ungkap David Archer, Juru Bicara ActionAid International, pada Senin (26/10/2020).

Kemudian, lembaga yang fokus pada kegiatan amal itu menyebutkan tak ada bukti perusahaan-perusahaan itu melanggar aturan pajak. Yang jelas, hal ini menunjukkan kegagalan sistem pajak global memaksa perusahaan multinasional untuk membayar pajak dari negara-negara dimana mereka memperoleh penghasilan.

Menurut Archer, nilai pajak USD2,8 miliar hanyalah fenomena puncak gunung es. Dana tersebut kemungkinan lebih besar lagi dan potensial untuk mereformasi layanan publik. Perusahaan raksasa tersebut telah meraup untung besar selama pandemi, namun berkontribusi sedikit atau tidak sama sekali terhadap layanan publik di beberapa negara.

India, Indonesia, Brasil, Nigeria, dan Bangladesh merupakan negara dengan gap pajak tertinggi di dunia dimana ketiga perusahaan besar itu beroperasi. Google, Facebook, dan Microsoft menolak berkomentar. (*)

Baca Juga