Tertinggi di Manokwari, BPS Catat Deflasi Juli 0,10 Persen

Market News
Fahmi Abidin
Senin, 03 Agustus 2020 13:00 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2020 mengalami deflasi sebesar 0,10%, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,95.
Tertinggi di Manokwari, BPS Catat Deflasi Juli 0,10 Persen. (Foto: Ist)

IDXChannel – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juli 2020 mengalami deflasi sebesar 0,10%, Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,95. Dari 90 kota IHK, 61 kota mengalami deflasi dan 29 kota mengalami inflasi. Sebelumnya pada Juni 2020 mengalami inflasi mencapai 0,18%.

Diungkapkan Kepala BPS Suhariyanto dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2020), tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2020 sebesar 0,98 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019) sebesar 1,54 persen.

Komponen inti pada Juli 2020 mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari– Juli) 2020 sebesar 1,03 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2020 terhadap Juli 2019) sebesar 2,07 persen.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 1,09 persen dengan IHK sebesar 107,21 dan terendah terjadi di Gunungsitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk, dan Bulukumba masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 103,29; 106,22; 106,98; 107,22; dan 106,05.

Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,45 persen dengan IHK sebesar 106,95 dan terendah terjadi di Jember dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 104,77 dan 103,50.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01 persen; dan kelompok transportasi sebesar 0,17 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,29 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,15 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,16 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,15 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,93 persen. (*)

Baca Juga