AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

The Fed Diyakini Masih Hawkish, Bagaimana Kinerja Pasar Modal RI?

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Rabu, 21 September 2022 16:57 WIB
Secara fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih memiliki peluang dan prospek yang sangat baik meski di tengah ketidakpastian.
The Fed Diyakini Masih Hawkish, Bagaimana Kinerja Pasar Modal RI? Foto: MNC Media.
The Fed Diyakini Masih Hawkish, Bagaimana Kinerja Pasar Modal RI? Foto: MNC Media.

IDXChannel - PT BNP Paribas Asset Management menilai langkah hawkish yang kemungkinan masih dilakukan Federal Reserve (The Fed) dengan menaikkan suku bunga tak memberi banyak sentimen negatif bagi pasar modal Indonesia. 

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejauh ini masih baik ditopang sentimen dalam negeri. 

Presiden Direktur PT BNP Paribas, Priyo Santoso, mengatakan terjadi inflow yang cukup tinggi dari investor asing dan kinerja IHSG menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Adapun secara year to date (ytd) sampai Juli kinerja IHSG tumbuh positif sebesar 8,8%-9%.

"Jadi kami melihat pada saat ini untuk kinerja pasar saham di Indonesia sangat baik, karena ditopang kuatnya kebutuhan konsumsi domestik dari batu bara, kelapa sawit dan gas, dan satu sisi juga menimbulkan profit bagi investor pada akhirnya untuk berinvestasi juga di bursa Efek Indonesia khususnya untuk investasi di saham," jelas Priyo dalam webinar di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Senada, Head of Wealth Management Business Bank BTPN Helena mengatakan secara fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih memiliki peluang dan prospek yang sangat baik meski di tengah ketidakpastian.

“Kita bisa melihat adanya data pertumbuhan PDB, aktivitas ekspor terutama komoditas energi, pendapatan negara yang terus berkembang dan ruang kebijakan yang masih luas, meskipun terdapat beberapa hal yang patut diwaspadai dalam berinvestasi di sisa akhir tahun 2022," ujar Helena.

Oleh karena itu, lanjut Helena, penting bagi investor untuk terus aktif memantau kondisi ekonomi dan pasar saat ini.

Helena mengingatkan masyarakat untuk tetap berinvestasi sesuai profil risiko dan tujuan investasi agar tetap aman.

“Pembagian investasi ini harus dibarengi dan disesuaikan dengan profil risiko kita, guna menemukan strategi investasi terbaik guna mencapai tujuan investasi kita,” kata Helena.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD