"Kami sudah putuskan untuk tidak akan mengejar pertumbuhan secara agresif di tengah kondisi pasar yang terus berubah. Sebaliknya, kami akan lebih selektif dalam mengembangkan bisnis, dengan mengutamakan kualitas aset dan keberlanjutan pertumbuhan," ujar Agus.
Menurut Agus, baik sektor perbankan industri pasar modal, memiliki kesamaan bahwa kualitas fundamental bakal menjadi faktor penting dan sangat menentukan dalam menjaga ketahanan industri keuangan ke depan.
Agus pun menekankan bahwa upaya transformasi digital, penguatan tata kelola, transparansi, serta peningkatan literasi keuangan dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat dan kompleks.
Di lain pihak, Agus juga menyebut bahwa sisi positif dalam kondisi yang terjadi saat ini, adalah terkait kondisi fundamental industri perbankan nasional yang diyakininya masih berada dalam posisi yang kuat, dalam menghadapi sejumlah tantangan yang tersedia di pasar.
Klaim kuatnya fundamental tersebut, didasarkan Agus pada tren pertumbuhan kredit secara industri yang masih positif, tingkat permodalan yang tinggi, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang masih terkendali.