sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tjokro Group Mulai Tender Offer Saham GPSO, Patok Harga Rp436 per Saham

Market news editor Desi Angriani
14/01/2026 17:55 WIB
Tender offer ini mencakup sebanyak-banyaknya 363,70 juta saham GPSO atau setara 54,55 persen dari modal ditempatkan dan disetor.
Tjokro Group Mulai Tender Offer Saham GPSO, Patok Harga Rp436 per Saham (Foto: dok Freepik)
Tjokro Group Mulai Tender Offer Saham GPSO, Patok Harga Rp436 per Saham (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - PT PIMSF Pulogadung selaku pemegang saham pengendali sekaligus bagian dari Tjokro Group memulai penawaran tender wajib atau mandatory tender offer (MTO) atas saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO).

Dalam prospektus yang dirilis Rabu (14/1/2026), tender offer ini mencakup sebanyak-banyaknya 363,70 juta saham GPSO atau setara 54,55 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp436 per saham, sehingga nilai maksimum transaksi mencapai sekitar Rp158,57 miliar. 

Harga tersebut ditentukan dengan mengacu pada harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian saham GPSO di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 90 hari kalender sebelum 10 Oktober 2025.

Periode penawaran tender wajib ini berlangsung mulai 15 Januari hingga 25 Februari 2026. Pengendali baru menyatakan memiliki dana yang cukup dan berkomitmen untuk melaksanakan pembayaran penuh kepada seluruh pemegang saham yang berhak dalam pelaksanaan tender offer tersebut.

Sebelumnya, Tjokro Group telah menuntaskan proses pengambilalihan 303.033.800 saham GPSO atau setara 45,45 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan milik Karnadi Margaka. Akuisisi tersebut dilakukan dengan harga transaksi rata-rata Rp66 per saham, dengan total nilai sekitar Rp20 miliar.

Transaksi ini menjadikan Tjokro Group sebagai pemegang saham terbesar GPSO, sekaligus memberikan kendali atas arah pengelolaan dan kebijakan strategis perseroan.

Tjokro Group berencana mengembangkan bisnis GPSO dengan memperkuat penguasaan industri machining (permesinan) secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Strategi ini ditujukan untuk menjadikan GPSO sebagai pemain utama dan berdaya saing tinggi di industri permesinan nasional.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement