Menurut Aditya, perbaikan arus kas operasi yang berjalan seiring dengan pertumbuhan adjusted EBITDA menunjukkan bahwa peningkatan kondisi keuangan TOBA tidak hanya berasal dari perubahan neraca.
“Penurunan utang akan lebih berarti ketika disertai perbaikan dari sisi operasional. Dalam kasus TOBA, operating cash flow sudah kembali positif dan adjusted EBITDA tumbuh, sehingga kualitas perbaikan keuangannya tidak hanya datang dari sisi neraca,” ujar dia.
Dari sisi top line, TOBA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD173,02 juta sepanjang semester I-2026. Bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan USD105,93 juta.
Selanjutnya, pendapatan dari pertambangan batu bara mencapai USD34,85 juta, perdagangan batu bara USD19,51 juta, serta bisnis kendaraan listrik sebesar USD9,06 juta.
Rasio net loans terhadap adjusted EBITDA tercatat 5,4 kali pada semester I-2026, membaik dari 5,6 kali pada akhir 2025.