“Dalam fase transformasi, pengelolaan likuiditas dan kewajiban menjadi penting. Penurunan utang bank jangka pendek yang disertai posisi kas yang tetap besar memberi ruang yang lebih baik bagi perusahaan untuk menjalankan kebutuhan operasional maupun ekspansi,” kata Aditya.
Perbaikan kinerja keuangan juga tercermin dari arus kas operasi. Pada semester I-2026, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai USD14,58 juta. Kondisi tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika arus kas operasi masih negatif USD31,57 juta.
Dari sisi profitabilitas, laba kotor TOBA melonjak 102,9 persen menjadi USD28,23 juta pada semester I-2026, dari USD13,91 juta setahun sebelumnya. Margin kotor pun meningkat menjadi 16,3 persen dari sebelumnya 8,1 persen.
Adjusted EBITDA konsolidasi juga tumbuh 23,7 persen menjadi USD25,73 juta, dibandingkan USD20,81 juta pada semester I-2025.
Di sisi lain, rugi bersih TOBA menyusut signifikan 83,2 persen menjadi USD19,42 juta dari USD115,34 juta pada semester I-2025.