sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

TOBA Pangkas Utang Jangka Pendek 30,9 Persen, Arus Kas Operasi Kembali Positif

Market news editor Tim IDXChannel
04/09/2026 16:55 WIB
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menekan utang bank jangka pendek sekaligus membalikkan arus kas operasi ke posisi positif, di tengah proses transformasi.
TOBA Pangkas Utang Jangka Pendek 30,9 Persen, Arus Kas Operasi Kembali Positif. (Foto: TBS)
TOBA Pangkas Utang Jangka Pendek 30,9 Persen, Arus Kas Operasi Kembali Positif. (Foto: TBS)

IDXChannel – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) berhasil menekan utang bank jangka pendek sekaligus membalikkan arus kas operasi ke posisi positif, di tengah proses transformasi dan ekspansi bisnis yang masih berlangsung.

Berdasarkan laporan keuangan semester I-2026, utang bank jangka pendek TOBA turun 30,9 persen menjadi USD8,46 juta per 30 Juni 2026, dari USD12,24 juta pada akhir 2025.

Penurunan juga terjadi pada total liabilitas jangka pendek. Posisi kewajiban tersebut tercatat USD143,24 juta pada akhir Juni 2026, turun sekitar 13,5 persen dibandingkan USD165,64 juta pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, perseroan memiliki kas sebesar USD94,7 juta per akhir Juni 2026, dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai USD102,3 juta.

Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai kombinasi penurunan utang jangka pendek dan posisi kas yang masih solid menjadi perkembangan penting untuk diperhatikan dalam proses transformasi bisnis TOBA.

“Dalam fase transformasi, pengelolaan likuiditas dan kewajiban menjadi penting. Penurunan utang bank jangka pendek yang disertai posisi kas yang tetap besar memberi ruang yang lebih baik bagi perusahaan untuk menjalankan kebutuhan operasional maupun ekspansi,” kata Aditya.

Perbaikan kinerja keuangan juga tercermin dari arus kas operasi. Pada semester I-2026, kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi mencapai USD14,58 juta. Kondisi tersebut berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika arus kas operasi masih negatif USD31,57 juta.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor TOBA melonjak 102,9 persen menjadi USD28,23 juta pada semester I-2026, dari USD13,91 juta setahun sebelumnya. Margin kotor pun meningkat menjadi 16,3 persen dari sebelumnya 8,1 persen.

Adjusted EBITDA konsolidasi juga tumbuh 23,7 persen menjadi USD25,73 juta, dibandingkan USD20,81 juta pada semester I-2025.

Di sisi lain, rugi bersih TOBA menyusut signifikan 83,2 persen menjadi USD19,42 juta dari USD115,34 juta pada semester I-2025.

Menurut Aditya, perbaikan arus kas operasi yang berjalan seiring dengan pertumbuhan adjusted EBITDA menunjukkan bahwa peningkatan kondisi keuangan TOBA tidak hanya berasal dari perubahan neraca.

“Penurunan utang akan lebih berarti ketika disertai perbaikan dari sisi operasional. Dalam kasus TOBA, operating cash flow sudah kembali positif dan adjusted EBITDA tumbuh, sehingga kualitas perbaikan keuangannya tidak hanya datang dari sisi neraca,” ujar dia.

Dari sisi top line, TOBA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD173,02 juta sepanjang semester I-2026. Bisnis pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan USD105,93 juta.

Selanjutnya, pendapatan dari pertambangan batu bara mencapai USD34,85 juta, perdagangan batu bara USD19,51 juta, serta bisnis kendaraan listrik sebesar USD9,06 juta.

Rasio net loans terhadap adjusted EBITDA tercatat 5,4 kali pada semester I-2026, membaik dari 5,6 kali pada akhir 2025.

Ke depan, penguatan arus kas operasi dan pengendalian kewajiban dinilai menjadi faktor penting bagi TOBA untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan tingkat leverage.

“Kalau operating cash flow dapat terus dijaga positif sementara kewajiban jangka pendek tetap terkendali, ruang untuk menyeimbangkan ekspansi dan pengelolaan leverage akan semakin baik,” tutur Aditya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement