Pasalnya, batu bara masih menjadi komoditas utama yang diangkut perseroan dengan kontribusi sekitar 95 persen terhadap total volume pengangkutan.
Sementara sisanya berasal dari komoditas lain seperti woodchip, gypsum, dan pasir silika.
"Sejumlah pelanggan yang merupakan pemilik tambang telah memperoleh tambahan kuota RKAB pada akhir kuartal I-2026 meski realisasinya belum sepenuhnya sesuai pengajuan awal," tutur manajemen.
(DESI ANGRIANI)