“Yang menarik dari TBS adalah transformasinya mulai terlihat di revenue mix. Artinya, perusahaan sudah bergerak dari tahap membangun narasi dan aset baru menuju fase di mana bisnis non-coal mulai memberikan kontribusi yang semakin nyata terhadap pendapatan,” ujar Abdul Azis.
Arah diversifikasi TBS mencakup tiga lini yang dipetakan ESI, yakni energi terbarukan, kendaraan listrik, dan pengelolaan limbah.
Ketiga lini tersebut berkaitan dengan sektor transisi energi dan ekonomi rendah karbon. Dengan demikian, perubahan revenue mix TBS juga mencerminkan bertambahnya kontribusi bisnis di luar batu bara dalam portofolio perseroan.
Meski porsi pendapatan non-batu bara telah meningkat, perubahan tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh profitabilitas. Dalam pemetaan ESI, TBS masih berada dalam kelompok high diversification–low operating margin, dengan OPM berada di kisaran negatif.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kontribusi bisnis non-batu bara masih perlu diikuti dengan peningkatan skala usaha dan kemampuan menghasilkan margin.