sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Trump Tolak Proposal Iran, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.414 per USD

Market news editor Anggie Ariesta
11/05/2026 15:32 WIB
Mata uang Garuda turun 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.414 per USD.
Trump Tolak Proposal Iran, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.414 per USD. Foto: iNews Media Group.
Trump Tolak Proposal Iran, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.414 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Senin (11/5/2026). Mata uang Garuda turun 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.414 per USD. 

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai tekanan geopolitik yang masih kuat masih membayangi rupiah usai Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran sehingga meningkatkan risiko geopolitik. 

“Pada hari Minggu, Trump menolak proposal balasan terbaru Teheran, dengan mengatakan bahwa tanggapan Iran "sama sekali tidak dapat diterima". Komentar tersebut meredam harapan akan meredanya ketegangan dalam waktu dekat di kawasan Teluk,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Adapun Proposal AS dilaporkan menginginkan penghentian kegiatan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun, penghapusan persediaan uranium yang sangat diperkaya, dan pembongkaran fasilitas nuklir utama sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan penghentian aksi militer.
 
Tanggapan Iran, yang disampaikan melalui mediator Pakistan, dilaporkan menuntut pencabutan sanksi, penghentian kehadiran angkatan laut AS di sekitar Selat Hormuz, jaminan keamanan, dan pengakuan hak Iran untuk melanjutkan beberapa aktivitas nuklir. Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran mengusulkan untuk mengurangi sebagian uranium dan mentransfer sisanya ke negara ketiga. Investor tetap fokus pada Selat Hormuz, yang sebagian besar tetap tertutup sejak awal konflik. 
 
Ketegangan geopolitik ini terjadi menjelang kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan akhir pekan ini, di mana dia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Pertemuan puncak tersebut kemungkinan akan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan konflik Iran, dengan Beijing dipandang sebagai pemain diplomatik kunci mengingat hubungan ekonominya dengan Teheran.
 
Minggu ini, perhatian pasar juga tertuju pada rilis data inflasi AS bulan April, termasuk Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI). Bersamaan dengan itu, data Penjualan Ritel dan pidato para pejabat Federal Reserve juga akan menjadi perhatian pasar.

Dari internal, Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada April 2026 menunjukkan keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga di zona optimistis. Namun, hal ini belum mampu mengangkat rupiah. 

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement