Sementara itu, Ekonom peraih Nobel sekaligus profesor riset di Graduate Center, City University of New York, Paul Krugman, melontarkan kritik keras terhadap pencalonan Warsh.
Dalam tulisannya di Substack, Krugman mengatakan banyak laporan media menggambarkan Warsh sebagai hawk kebijakan moneter.
"Itu adalah kekeliruan kategori. Warsh adalah aktor politik. Dia menyerukan kebijakan moneter ketat dan menentang upaya mendorong perekonomian ketika Demokrat menguasai Gedung Putih," ujarnya.
Krugman merujuk pada rekam jejak Warsh saat menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve, dengan menyebut bahwa dia secara keras menentang upaya The Fed untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ini adalah hari yang memalukan bagi Federal Reserve, yang selama ini membanggakan profesionalismenya dan sangat dihormati di seluruh dunia. Namun bahkan The Fed pun tidak bisa sepenuhnya melindungi diri dari kekacauan yang menyapu Amerika,” kata dia.
Mantan Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, memuji keputusan Trump mencalonkan Warsh sebagai Ketua The Fed.
"Kevin Warsh adalah pilihan yang sangat tepat sebagai Ketua The Fed, cerdas, serius, berpengalaman, memahami ekonomi baru sekaligus ekonomi lama," kata Osborne, yang kini memimpin OpenAI for Countries, dalam unggahan di X.
Alan Howard, miliarder pendiri hedge fund makro Brevan Howard dengan aset kelolaan sekitar USD33 miliar, menyebut Warsh sebagai pilihan luar biasa untuk memimpin The Fed.
“Saya telah mengenalnya selama lebih dari 20 tahun, dan penilaian, integritas, serta kedalaman pengalamannya akan menjadikannya pemimpin Federal Reserve yang istimewa," ujar Howard dalam pernyataan kepada Business Insider.
(NIA DEVIYANA)