AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Tumbuh 65 persen, BTPN Catat Peminat Jenius Tambah 2,7 Juta Nasabah

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 26 Agustus 2020 15:30 WIB
PT Bank BTPN Tbk (BTPN) mencatatkan kenaikan jumlah nasabah jenius hingga 2,7 juta orang selama periode semester I-2020.
Tumbuh 65 persen, BTPN Catat Peminat Jenius Tambah 2,7 Juta Nasabah. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Selain pertumbuhan kredit tumbuh sebesar 5% secara year on year pada periode Januari-Juni 2020, Emiten perbankan PT Bank BTPN Tbk (BTPN) juga sukses membantu nasabah bertahan di tengah pandemi dengan merestrukturisasi kredit senilai Rp10,2 triliun, atau 6,7% dari total portfolio, sampai dengan akhir Juni 2020 dan peminat jenius pun bertambah hingga 2,7 juta nasabah.

Melalui visinya untuk menjadi bank pilihan utama di Indonesia yang dapat memberikan perubahan berarti dalam kehidupaan jutaan orang terutama dengan teknologi digital, Bank BTPN terus mengembangkan Jenius sebagai platform untuk melayani segmen nasabah yang lebih luas. Bank BTPN mencatat ada 2,7 juta nasabah Jenius pada akhir Juni 2020, tumbuh 65% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kondisi pandemi COVID-19 ini membuat kita semakin merasakan bahwa layanan perbankan digital sangat mendukung kehidupan kita sehari-hari. Hal itu membuat kami semakin meyakini platform ini akan terus dikembangkan untuk mendukung bisnis ritel Bank BTPN ke depannya,” ujar Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana dalam paparan Public Expose LIVE 2020, Rabu (26/8/2020).

Sementara itu, terkait laba bersih Bank BTPN yang terkikis, ditegaskan perseroan tetap mampu menjaga penurunannya agar tidak terlalu dalam. Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak turun 10% dari tahun ke tahun menjadi Rp 1,12 triliun sepanjang Januari hingga Juni 2020.

“Penurunan laba bersih ini terutama didorong oleh kenaikan cost of credit sebesar 63%. Rasio kredit bermasalah (non-perfoming loan/NPL) gross sedikit naik menjadi 1,12% pada akhir Juni 2020, dari 0,81% di periode yang sama tahun lalu. Meski mengalami kenaikan, rasio ini masih di bawah rata-rata industri sebesar 3,11% di periode yang sama, dan jauh di bawah ketentuan Bank Indonesia sebesar 5%,” ungkap Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana, dalam paparannya di Public Expose LIVE 2020, Rabu (26/8/2020).

Sejatinya, kondisi likuiditas Bank yang tercermin pada indikator likuiditas (liquidity coverage ratio/ LCR) dan net stable funding ratio (NSFR) juga berada jauh di atas ketentuan regulator (100%), yaitu LCR tercatat 221,96% dan NSFR sebesar 116,56% pada akhir Juni 2020. (*)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD