Terkait valuasi, UVCR sejauh ini belum mematok harga pelaksanaan definitif bagi saham baru tersebut. Meski demikian, berlandaskan kalkulasi simulasi proforma dengan asumsi harga Rp135 per saham, total dana segar yang berpeluang dihimpun perseroan diestimasikan menyentuh angka Rp27 miliar.
Sebagai informasi, entitas pengendali perseroan, yakni PT Trimegah Sumber Mas (TSM), tercatat sebagai investor tunggal yang siap menyerap emisi saham baru ini.
TSM saat ini memegang peranan sebagai pemegang saham mayoritas sekaligus pemegang kendali utama di Ultra Voucher. Berdasarkan mutasi portofolio efek per 31 Agustus 2026, TSM menguasai 623,56 juta saham atau setara 31,18 persen kepemilikan, berhadapan dengan porsi kepemilikan publik yang mencapai 62,34 persen.
Apabila TSM mengeksekusi seluruh 200 juta saham baru tersebut secara penuh, kepemilikan saham proforma entitas pengendali itu akan terkerek menjadi 823,56 juta saham atau mewakili 37,43 persen.
Konsekuensinya, porsi kepemilikan publik bakal mengalami efek dilusi menjadi 56,67 persen. Dilusi kepemilikan saham secara proforma juga berimbas pada portofolio milik perorangan, di mana porsi Riky Boy H Permata terkoreksi dari 4,07 persen menjadi 3,70 persen, sedangkan porsi Hady Kuswanto menyusut dari 2,37 persen ke posisi 2,16 persen.