Kinerja solid segmen non-inti tersebut meningkatkan kontribusinya terhadap laba bersih konsolidasian menjadi sekitar 10 persen, dari 7 persen pada 2024.
Secara keseluruhan, Stockbit menilai stabilitas laba ASII tetap terjaga meski UNTR mengalami tekanan cukup dalam sepanjang 2025. Diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci ketahanan kinerja perseroan.
Dari sisi imbal hasil, ASII diusulkan membagikan dividen final Rp292 per saham, mengindikasikan dividend yield sekitar 4,4 persen per 27 Februari 2026.
Sebelumnya, perseroan telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp98 per saham pada Oktober 2025.
Dengan profil kinerja yang stabil, Stockbit menilai ASII masih menarik sebagai opsi dividend play.
Dalam waktu dekat, pergerakan saham ASII diperkirakan lebih dipengaruhi aksi korporasi dan perkembangan izin tambang emas Martabe.