AALI
9800
ABBA
232
ABDA
5900
ABMM
2230
ACES
770
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6675
ADHI
770
ADMF
8025
ADMG
174
ADRO
2860
AGAR
320
AGII
2150
AGRO
705
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
56
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
148
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1490
AKRA
1030
AKSI
288
ALDO
850
ALKA
300
ALMI
298
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/06/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
529.22
-0.37%
-1.96
IHSG
6911.58
-0.44%
-30.77
LQ45
991.94
-0.38%
-3.77
HSI
21859.79
-0.62%
-137.10
N225
26393.04
-1.54%
-411.56
NYSE
0.00
-100%
-14667.32
Kurs
HKD/IDR 1,896
USD/IDR 14,890
Emas
868,358 / gram

Usai Jawab Konfirmasi Bursa, Gembok Saham Bank Ina Perdana (BINA) Dilepas

MARKET NEWS
Yulistyo Pratomo
Rabu, 21 Juli 2021 08:28 WIB
Setelah memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi oleh PT Bursa Efek Indonesia, kini saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dapat diperdagangkan kembali.
Usai Jawab Konfirmasi Bursa, Gembok Saham Bank Ina Perdana (BINA) Dilepas. (Foto: MNC Media)
Usai Jawab Konfirmasi Bursa, Gembok Saham Bank Ina Perdana (BINA) Dilepas. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Setelah memberikan jawaban atas permintaan konfirmasi oleh PT Bursa Efek Indonesia, kini saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dapat diperdagangkan kembali. BINA sebelumnya digembok selama 10 hari.

"Menunjuk Pengumuman Bursa No: Peng-SPT-00106/BEI.WAS/07-2021 tanggal 8 Juli 2021, perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Lidia M. Panjaitan, seperti yang dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (21/7/2021).

Dengan pengumuman ini, maka saham BINA dapat perdagangan mulai sesi I tanggal 21 Juli 2021.

Sebelumnya, bursa meminta penjelasan melalui surat bernomor S-04918/BEI.PPI/07-2021 tanggal 14 Juli 2021. Surat ini disampaikan agar BINA memberikan informasi mengenai beberapa aktivitasnya.

Ada beberapa pertanyaan yang diminta BEI, mulai dari ultimate shareholder atau pemegang saham teratas. Dalam keterangannya BINA menyebut ultimate shareholder adalah Anthoni Salim dengan pemegang saham pengendali PT Indolife Pensiontama.

BEI juga meminta informasi mengenai aktivitas gadai saham (repo) yang dilakukan pemegang saham utama mereka, serta dan aliran uang yang bersumber dari repo. Tidak hanya itu, rencana divestasi yang dilakukan pemegang saham serta penggantian kepemilikan saham juga masuk dalam radar bursa.

Namun, BINA menjawab tidak mengetahui segala rencana perpindahan kepemilikan, aktivitas gadai saham hingga rencana divestasi. BINA juga menjelaskan tidak menerima aliran uang dari aktivitas yang dilakukan pemilik sahamnya tersebut.

BINA juga menduga peningkatan harga saham perseroan terjadi berkat kinerja perseroan yang meningkat dan berkelanjutan, di mana terdapat dukungan ekosistem yang luas. Tidak hanya itu, rencana aksi korporasi berupa right issue di semester II-2021 juga dinilai sebagai faktor naiknya harga saham BINA.

BINA menjelaskan telah memiliki rencana aksi korporasi berupa Penawaran Umum Terbatas III (PUT III) berupa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue kepada para pemegang saham sebanyak 2 miliar saham dari modal yang ditempatkan, dengan nilai masing-masing Rp100.

"Rencana tindakan ini telah disampaikan ke Bursa pada yaynggal 10 Mei 2021 melalui keterbukaan informasi, dan mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui RUPS Luar Biasa pada tanggal 16 Juni 2021," demikian penjelasan yang ditandatangani Direktur Utama BINA, Daniel Budirahayu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD