AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Usai Stock Split, Direksi dan Komisaris AKRA Rajin Borong Saham hingga Rp31,68 M

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Selasa, 21 Juni 2022 16:20 WIB
Komisaris dan Direksi PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus mengakumulasi kepemilikan saham perseroan setidaknya sejak aksi pecah nominal saham (stock split).
Usai Stock Split, Direksi dan Komisaris AKRA Rajin Borong Saham hingga Rp31,68 M. (Foto: MNC Media)
Usai Stock Split, Direksi dan Komisaris AKRA Rajin Borong Saham hingga Rp31,68 M. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Jajaran komisaris dan direksi emiten  perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus mengakumulasi kepemilikan saham perseroan setidaknya sejak aksi pecah nominal saham (stock split) pada medio Januari lalu.

Menurut keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Presiden Komisaris AKRA Soegiarto Adikoesoemo dan Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo tercatat membeli saham perusahaan sejak stock split dengan nilai pembelian mencapai Rp31,68 miliar.

Asal tahu saja, pada 12 Januari 2022 saham AKRA diperdagangkan dengan nilai nominal baru pasca-stock split dengan rasio 1 : 5.

Rinciannya, Soegiarto memborong saham AKRA hingga Rp14,27 miliar atau 12,58 juta saham dengan rerata harga Rp1.132/saham. Sementara, Haryanto membeli saham AKRA sejak awal tahun mencapai Rp17,41 miliar atau 16,81 juta saham dengan harga rata-rata Rp 1.072,84/saham.

Sepanjang tahun ini, Soegiarto tercatat aktif menambah kepemilikan mulai dari awal Juni atau bulan ini. (Lihat tabel di bawah ini.)

Sumber: Keterbukaan informasi BEI, diolah

Terbaru, lewat keterbukaan informasi pada Senin kemarin (20/6), Soegiarto membeli saham AKRA sebanyak 3,57 juta saham di harga rerata pembelian Rp1.144/saham.  

Dana yang dikeluarkan Soegiarto dalam transaksi yang dilakukan 16-17 Juni tersebut mencapai Rp4,09 miliar.

Alhasil, porsi kepemilikan Soegiarto di AKRA saat ini mencapai 65,63 juta atau 0,33% dari total saham perusahaan.

Setali tiga uang, Haryanto mengakumulasi kepemilikan saham AKRA sejak minggu keempat Mei.

Paling gres, pada Kamis pekan lalu (16/6), sebagaimana diumumkan di website BEI, Senin (20/6), Haryanto membeli saham AKRA sebanyak 1,27 juta dengan harga rerata Rp 1.178,23/saham dengan total nilai pembelian Rp1,49 miliar.

Dengan ini, Haryanto telah menggenggam 148,47 juta saham atau 0,74% dari total saham AKRA.

AKRA Melesat Sejak Stock split

Saham AKRA saat ini sukses melesat 30,78% sejak awal tahun (ytd) ke Rp1.075/saham per penutupan Selasa (21/6), kendati sempat melorot ke Rp695/saham pada 15 Februari lalu.

Investor tampaknya optimistis terhadap kinerja fundamental AKRA.

AKRA dan entitas anaknya sukses membukukan laba bersih sebesar Rp427,97 miliar pada kuartal pertama tahun 2022. Capaian tersebut naik 40,27 persen dibandingkan periode sama tahun 2021.

Emiten distributor produk minyak bumi ini mengantongi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp10,07 triliun, tumbuh 99,23 persen dari pendapatan triwulan tahun lalu. Adapun pendapatan sewa perseroan mencapai Rp62,72 miliar, naik dari Rp56,16 miliar. (ADF)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD