Moderna baru-baru ini menambahkan vaksin flu ke dalam portofolionya dan terus mengembangkan vaksin eksperimental untuk sejumlah penyakit, termasuk norovirus dan Lyme.
Sejumlah analis sebelumnya menilai data vaksin kanker dapat menjadi katalis penting bagi Moderna sekaligus memperbaiki sentimen investor terhadap saham tersebut.
"Uji klinis yang berhasil memberi investor bukti lebih kuat bahwa teknologi mRNA memiliki masa depan yang signifikan di luar penyakit menular," kata global market strategist di eToro, Lale Akoner, dikutip Reuters.
Menurut Peter Andersen, pendiri Andersen Capital Management di Boston, investor juga mulai memperhitungkan potensi komersial terapi tersebut.
"Investor kemungkinan sedang mencoba memperkirakan tambahan pendapatan dan laba yang bisa dihasilkan obat tersebut jika benar-benar tersedia," ujar Andersen.