Per 31 Maret 2026, kas dan setara kas perseroan berada di angka USD220,1 juta, menurun jika dibandingkan dengan USD376,4 juta per 31 Desember 2025.
“Pada saat yang sama, kami memperluas portofolio komersial kami melalui dimulainya penjualan limonit dari blok Pomalaa, yang menandai langkah penting dalam memperkuat diversifikasi pendapatan dan meningkatkan keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar dia.
Ke depan, kata Bernardus, perseroan mengharapkan kinerja EBITDA, pendapatan, dan laba yang lebih kuat, didorong oleh harga nikel LME yang lebih tinggi, peningkatan leverage operasional, dan perluasan margin seiring dengan peningkatan volume produksi.
Sebelumnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan laba bersih senilai USD43,6 juta atau setara Rp757,11 miliar (mengacu kurs Rp17.365 per USD) pada kuartal I-2026. Nilai ini melonjak 85 persen secara kuartalan (qoq).
EBITDA juga tercatat mengalami peningkatan 29 persen secara kuartalan menjadi USD80,1 juta.