Bernardus menyampaikan, kinerja tersebut didukung oleh kenaikan harga dan peningkatan efisiensi yang berkelanjutan. Meskipun pendapatan mencapai USD252,7 juta, fundamental pertumbuhan tetap kokoh.
"Meskipun produksi dan pengiriman nikel matte lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, Perseroan berhasil mencapai kinerja keuangan yang kuat, didukung oleh harga jual yang lebih tinggi, manajemen biaya yang disiplin, dan peningkatan efisiensi operasional," ujar dia.
Pada kuartal I-2026, Vale mencatat produksi nikel matte sebesar 13.620 metrik ton (ton), dibandingkan dengan 17.052 metrik ton pada kuartal IV-2025 dan 17.027 metrik ton pada kuartal I-2025.
Selain produksi nikel matte, 2026 merupakan tahun penting dalam lintasan pertumbuhan Vale. Sebab, perseroan mulai mengoperasikan tiga blok pertambangan, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa secara bersamaan.
Bernardus menerangkan, tonggak strategis ini ditunjukkan oleh volume produksi yang dapat ditingkatkan di setiap blok pertambangan, dan penjualan pertama bijih nikel limonit dari area Pomalaa pada awal 2026, yang menandai perluasan signifikan portofolio komersial perseroan dan memperkuat diversifikasi pendapatan di masa mendatang.
(Dhera Arizona)