Sebelumnya pasar sempat rebound dari koreksi terdalam sejak April, ditopang meningkatnya keyakinan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada Desember.
Namun, analis menilai volatilitas di saham-saham teknologi masih akan membayangi arah indeks pekan depan, terutama karena isu profitabilitas AI semakin mendapat sorotan.
Chief market strategist Miller Tabak Matthew Maley menilai keraguan terkait prospek profitabilitas AI menjadi perhatian penting jelang akhir tahun.
"Narasi seputar profitabilitas AI mulai dipertanyakan,” katanya. Ia menambahkan, "Jika hal itu menjadi masalah yang lebih besar seiring berjalannya bulan Desember, itu akan menjadi masalah besar bagi pasar."
Di sisi lain, saham Alphabet menjadi pusat perhatian setelah lonjakan valuasi membawa kapitalisasi pasar induk Google ini mendekati sekitar USD4 triliun.