Dari sisi fiskal, pengeluaran pemerintah yang lebih rendah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta rasionalisasi koperasi juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas mata uang domestik.
Sentimen positif lainnya datang dari kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia. Pada 12 Juni 2026, tercatat arus dana asing bersih (net foreign inflow) sebesar Rp287 miliar atau sekitar USD16 juta, yang menjadi aliran masuk pertama sejak 20 Mei 2026.
Valuasi Murah Jadi Daya Tarik
Riset tersebut juga menyoroti rebound IHSG sebesar 7,6 persen pada 9 Juni 2026 yang terjadi setelah pasar memasuki fase valuasi yang sangat murah.
IHSG saat ini diperdagangkan pada level price to earnings ratio (P/E) forward satu tahun sekitar 8,8 kali, atau 11 persen di bawah level minus dua standar deviasi dan 36 persen di bawah rata-rata lima tahun.
Koreksi IHSG dari puncak ke titik terendah mencapai 41 persen dalam waktu sekitar 4,6 bulan. Penurunan tersebut bahkan lebih dalam dibandingkan sejumlah periode krisis berbasis sentimen sebelumnya, seperti 2013 sebesar 23,9 persen, 2015 sebesar 25,4 persen, maupun pandemi Covid-19 sebesar 37,7 persen. Penurunan itu hanya lebih rendah dibandingkan krisis keuangan global 2008 yang mencapai 60,7 persen.