sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Beragam: S&P 500 dan Dow Jones Rontok di Tengah Eskalasi Perang AS vs Iran

Market news editor Dhera Arizona Pratiwi
12/03/2026 06:16 WIB
Wall Street ditutup melemah pada Rabu (11/3/2026) waktu setempat. Para investor sebagian besar mengabaikan laporan inflasi yang stabil.
Wall Street Beragam: S&P 500 dan Dow Jones Rontok di Tengah Eskalasi Perang AS vs Iran. (Foto Istimewa)
Wall Street Beragam: S&P 500 dan Dow Jones Rontok di Tengah Eskalasi Perang AS vs Iran. (Foto Istimewa)

Selain itu, The Fed secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya pada pertemuan selanjutnya, di mana para pembuat kebijakan kemungkinan akan mempertimbangkan kemungkinan lonjakan harga terhadap tanda-tanda melemahnya pasar kerja, kombinasi yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi stagflasi.

“Saya pikir mereka mungkin lebih khawatir tentang lapangan kerja daripada inflasi saat ini, terlepas dari lonjakan harga minyak,” ujar Kepala Eksekutif di Horizon Investment Services di Hammond, Indiana, Chuck Carlson.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, sektor barang konsumsi pokok mencatat penurunan persentase terbesar, sementara sektor energi menjadi sektor yang berkinerja terbaik, naik 2,5 persen karena kenaikan harga minyak mentah.

Kontrak berjangka minyak mentah WTI dan Brent bulan depan masing-masing ditutup naik 4,6 persen dan 4,8 persen.

Di Nasdaq, 1.960 saham naik dan 2.696 saham turun karena jumlah saham yang turun melebihi jumlah saham yang naik dengan rasio 1,38 banding 1.

Indeks S&P 500 mencatat dua rekor tertinggi baru dalam 52 minggu dan 13 rekor terendah baru, sementara Nasdaq Composite mencatat 44 rekor tertinggi baru dan 112 rekor terendah baru.

Volume perdagangan di bursa AS adalah 17,79 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 20,09 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement