IDXChannel - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat dan mencetak rekor baru pada perdagangan Selasa (4/8/2026) waktu setempat. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 mencatatkan level penutupan tertinggi sepanjang masa, didorong kinerja emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta meredanya kekhawatiran pasar terhadap prospek permintaan global.
Optimisme investor juga didukung oleh harapan tercapainya kesepakatan diplomatik terkait konflik Iran yang menekan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut turut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.
Saham Palantir Technologies melonjak 29,5 persen setelah perusahaan menaikkan proyeksi pendapatan sepanjang tahun. Sementara itu, Caterpillar naik 5,6 persen usai meningkatkan target pertumbuhan pendapatan tahunan, didorong tingginya permintaan peralatan pembangkit listrik dan konstruksi untuk pembangunan pusat data AI.
Kenaikan Caterpillar menjadi penyumbang terbesar penguatan Dow Jones dengan kontribusi sekitar 280 poin. Sepanjang musim laporan keuangan kuartal II-2026, investor memang mencermati apakah belanja besar-besaran di sektor AI mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang sepadan.
Harga minyak mentah turun sekitar 5 persen setelah pejabat Qatar menyatakan upaya penyelesaian diplomatik konflik terus berlangsung. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berpotensi tercapai dalam dua hari ke depan.
Kepala Strategi Investasi sekaligus Pendiri Cresset Capital Management, Jack Ablin, mengatakan laporan keuangan emiten memang memberikan sentimen positif bagi pasar, meski dia menilai reli indeks masih perlu dicermati.
"Laporan keuangan emiten memang mendukung sentimen pasar, tetapi saya tidak yakin hanya segelintir laporan keuangan sudah cukup untuk membenarkan rekor baru S&P 500," ujarnya dikutip dari Reuters, Rabu (5/8/2026).
Pada penutupan perdagangan, Dow Jones Industrial Average naik 907,47 poin atau 1,71 persen ke level 54.085,88. S&P 500 menguat 136,02 poin atau 1,79 persen menjadi 7.736,52, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 671,10 poin atau 2,59 persen ke posisi 26.584,99.
Sektor semikonduktor juga mencatatkan penguatan signifikan. Indeks Philadelphia Semiconductor melonjak 6,6 persen dan memperpanjang reli menjadi empat hari berturut-turut, sementara sektor teknologi S&P 500 naik 4,1 persen, menjadi sektor dengan kinerja terbaik pada hari itu.
Musim laporan keuangan kuartal II-2026 masih menunjukkan hasil yang solid. Berdasarkan data LSEG, sebanyak 85,2 persen dari 304 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis kinerja hingga akhir pekan lalu berhasil melampaui ekspektasi analis, jauh di atas rata-rata historis sebesar 67,5 persen.
Di sisi lain, data ekonomi menunjukkan jumlah lowongan kerja di AS menurun pada Juni, tetapi peningkatan perekrutan dan rendahnya angka pemutusan hubungan kerja mengindikasikan pasar tenaga kerja masih tetap stabil.
(Rahmat Fiansyah)