sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Beragam Jelang Rapat The Fed

Market news editor Nia Deviyana
27/01/2026 22:29 WIB
Investor secara luas memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya.
Wall Street Dibuka Beragam Jelang Rapat The Fed. Foto: iNews Media Group.
Wall Street Dibuka Beragam Jelang Rapat The Fed. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wall Street dibuka beragam pada Selasa (27/1/2026) waktu setempat dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat. Federal Reserve (The Fed) memulai rapat kebijakan selama dua hari pada Selasa. Investor secara luas memperkirakan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya.

Perhatian pasar tertuju pada arahan kebijakan ke depan, termasuk sinyal terkait kepemimpinan The Fed. Isu independensi The Fed kembali mencuat awal bulan ini setelah Departemen Kehakiman membuka penyelidikan yang melibatkan Ketua The Fed, Jerome Powell.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average turun 305,69 poin atau 0,62 persen ke level 49.106,71. Sementara itu, S&P 500 naik 13,94 poin atau 0,20 persen ke 6.964,17, dan Nasdaq Composite menguat 112,68 poin atau 0,48 persen ke 23.714,03.

Saham perusahaan asuransi kesehatan melemah setelah proposal pembayaran Medicare Advantage dari pemerintahan Presiden Donald Trump mengecewakan pelaku pasar.

Proposal tersebut membayangi proyeksi laba disesuaikan perusahaan asuransi untuk 2026, meski berada di atas ekspektasi analis. Saham Humana dan CVS masing-masing anjlok 15,6 persen dan 11,9 persen.

Sementara itu, laporan kinerja emiten-emiten besar mulai bermunculan. Boeing membukukan laba pada kuartal keempat setelah sebelumnya merugi, namun sahamnya justru turun 1,2 persen.

United Parcel Service (UPS) melonjak 3,4 persen setelah memproyeksikan kenaikan pendapatan pada 2026, sementara pesaingnya FedEx naik 0,4 persen. General Motors menguat 4,7 persen usai mencatatkan kenaikan laba inti pada kuartal keempat.

Kinerja perusahaan jasa pengiriman kerap dijadikan indikator penting untuk mengukur kesehatan ekonomi Amerika Serikat.

Di sektor penerbangan, saham American Airlines naik 3,3 persen setelah merilis proyeksi laba 2026 yang melampaui perkiraan analis. Sebaliknya, JetBlue turun 4,9 persen akibat kerugian kuartalan yang lebih besar dari ekspektasi.

Maskapai penerbangan saat ini menghadapi gelombang pembatalan penerbangan akibat cuaca musim dingin ekstrem yang melanda wilayah Pantai Timur AS.

Menanti Laporan Keuangan Magnificent Seven

Meta, Microsoft, dan Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu, menandai dimulainya musim laporan keuangan kelompok saham Magnificent Seven. Hasil ini akan menguji keberlanjutan reli Wall Street yang selama setahun terakhir ditopang optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI).

Penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar telah mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan pada Senin.

"Pandangan kami tahun ini, pendorong kenaikan pasar akan lebih ditentukan oleh kinerja laba perusahaan, bukan ekspansi valuasi," ujar Senior Investment Strategist di Allianz Investment Management, Charlie Ripley.

Sebanyak 102 perusahaan anggota S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini. Dari 64 perusahaan yang sudah melaporkan hingga Jumat lalu, 79,7 persen mencatatkan laba di atas perkiraan analis, berdasarkan data LSEG.


(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement