AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Wall Street Dibuka Hijau Jelang Rilis Suku Bunga The Fed

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 21 September 2022 21:39 WIB
Tiga indeks Wall Street dibuka menguat para Rabu (21/9) menjelang pengumuman suku bunga oleh The Fed.
Wall Street Dibuka Hijau Jelang Rilis Suku Bunga The Fed. Foto: MNC Media.
Wall Street Dibuka Hijau Jelang Rilis Suku Bunga The Fed. Foto: MNC Media.

IDXChannel - Tiga indeks Wall Street dibuka menguat para Rabu (21/9) menjelang pengumuman suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve. Investor bakal melihat seberapa besar pengetatan kebijakan dari The Fed untuk menjinakkan inflasi.

Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 0,43% di 30.837,74, S&P 500 (SPX) menanjak sebesar 0,39% di 3.870,87, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) menguat 0,27% di 11.455,35.

Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Ford Motor, Apple, dan Tesla. Tiga top gainers ditempati oleh General Mills menguat 2,57%, Viatris naik 3,32%, dan Estee Lauder tumbuh 2,59%, sedangkan top losers diduduki oleh Last Vegas Sands terkapar 3,49%, Carnival Corp anjlok 3,41%, dan United Airlines Holdings tertekan 2,99%.

Bank sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 75 basis poin untuk ketiga kalinya ke kisaran 3,00-3,25% pada akhir pertemuan FOMC dini hari nanti waktu Indonesia, diikuti oleh konferensi pers Gubernur Fed, Jerome Powell.

Proyeksi ekonomi dari Fed juga dapat memberi sinyal sejauh mana dampaknya terhadap ekonomi global, sekaligus dapat mengukur seberapa lama inflasi bertahan hingga mampu berada di kisaran 2% sesuai target Fed.

"Apa yang benar-benar ingin dilihat (investor) adalah apakah Fed akan tetap hawkish, apakah mereka benar-benar berkomitmen untuk mengendalikan inflasi walaupun berisiko menarik ekonomi ke dalam resesi," kata Analis GuideStone Capital Management, Brandon Pizzurro, dilansir Reuters, Rabu (21/9/2022).

Selain peluang 75 bps kenaikan suku bunga, pasar juga memperkirakan ada potensi sebesar 19% lonjakan suku bunga bisa mencapai 100 bps. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD