AALI
8850
ABBA
236
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
765
ADMF
8600
ADMG
169
ADRO
3870
AGAR
302
AGII
2350
AGRO
625
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
106
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
322
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
412
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.57
-1.17%
-6.34
IHSG
7090.48
-1.23%
-88.10
LQ45
1013.83
-1.15%
-11.81
HSI
18025.82
0.52%
+92.55
N225
26619.53
-1.97%
-534.30
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
792,736 / gram

Wall Street Dibuka Koreksi Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 22 September 2022 21:17 WIB
Tiga indeks Wall Street dibuka koreksi pada perdagangan Kamis (22/9).
Wall Street Dibuka Koreksi Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed (Dok.MNC)
Wall Street Dibuka Koreksi Imbas Kenaikan Suku Bunga The Fed (Dok.MNC)

IDXChannel - Tiga indeks Wall Street dibuka koreksi pada perdagangan Kamis (22/9), melanjutkan penurunannya imbas sentimen kebijakan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve sebesar 75 basis poin (bps) yang membuat Amerika Serikat berada di ambang resesi.

Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 0,26% di 30.103,84, S&P 500 (SPX) melemah sebesar 0,56% di 3.767,68, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) tertekan 0,91% di 11.117,30.

Komponen saham yang paling aktif diperdagangkan di bawah SPX antara lain Ford Motor, Apple, dan Tesla. Tiga top gainers ditempati oleh Mosaic menguat 2,93%, Valero Energy naik 2,46%, dan Schlumber tumbuh 2,50%, sedangkan top losers diduduki oleh FactSet Research turun 6,82%, Etsy Inc anjlok 3,60%, dan Caesars tertekan 3,47%.

Para pelaku pasar modal Amerika Serikat masih mengkhawatirkan kebijakan agresif Fed dapat semakin menghadirkan volatilitas di pasar saham dan obligasi dalam beberapa waktu ke depan. Ini terjadi seiring tren bearish akibat sentimen perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Sejumlah lembaga perbankan seperti Goldman Sachs, hingga Barclays memproyeksikan ada peluang resesi yang bakal menghantam makro ekonomi AS di awal tahun 2024.

"Ada banyak risiko pada level ini, tetapi The Fed telah memutuskan bahwa mereka akan mengambil jalan agresif," kata Eric Schiffer, seorang analis California, dilansir Reuters, Kamis (22/9/2022). 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD