Di sisi lain, harga minyak mentah turun tajam pada pekan ini seiring Iran dan Oman mendekati kesepakatan untuk membuka koridor pelayaran sementara di Selat Hormuz. Harga minyak sempat anjlok lebih dari 3 persen pada Rabu sebelum kembali menguat, dengan minyak Brent masih berada jauh di bawah level USD90 per barel.
Penurunan harga minyak menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi prospek inflasi sekaligus kinerja perusahaan energi. Di tengah perkembangan tersebut, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent menyatakan Washington mengambil langkah tegas terhadap Iran dan mitra dagangnya, meski AS sejauh ini belum menerapkan sejumlah langkah yang telah diumumkan.
Investor juga tengah menantikan laporan keuangan Nvidia setelah penutupan perdagangan. Perusahaan produsen cip kecerdasan artifisial (AI) tersebut menjadi salah satu indikator utama bagi investor untuk menilai keberlanjutan pertumbuhan sektor AI yang telah mendorong pasar saham ke level rekor dalam dua tahun terakhir.
Laporan Nvidia datang di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai besarnya investasi pada perangkat keras dan perangkat lunak AI serta kapan investasi tersebut akan menghasilkan keuntungan yang signifikan.
“Angka kuartal kedua itu sendiri mungkin tidak terlalu penting dibandingkan dengan apa yang disampaikan manajemen mengenai prospek kuartal berikutnya,” ujar Analis Pasar IG, Axel Rudolph.