sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Keputusan The Fed

Market news editor Rahmat Fiansyah
29/07/2026 21:54 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026) waktu setempat.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026) waktu setempat. (Foto: AP)
Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Rabu (29/7/2026) waktu setempat. (Foto: AP)

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat, setelah sebelumnya mulai melandai lebih cepat dari perkiraan ekonom. Kondisi tersebut membuat investor menanti keputusan The Fed setelah rapat kebijakan moneter selama dua hari berakhir.

Pelaku pasar memperkirakan terdapat peluang sekitar 36 persen bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya. Jika terjadi, kenaikan tersebut akan menjadi yang pertama dalam tiga tahun terakhir. Suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan inflasi, tetapi berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menekan harga aset berisiko.

Tekanan juga terjadi pada saham teknologi, terutama perusahaan yang menjadi pendorong utama tren investasi AI. Investor mulai mempertanyakan keberlanjutan valuasi tinggi saham AI apabila teknologi tersebut tidak mampu menghasilkan keuntungan dan peningkatan produktivitas sesuai ekspektasi.

Pasar saham Korea Selatan menjadi salah satu yang terdampak karena didominasi perusahaan teknologi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix. Indeks Kospi anjlok 6 persen setelah sebelumnya turun 10,8 persen, meski masih mencatat kenaikan 34,4 persen sepanjang tahun berjalan.

Saham SK Hynix turun 9,6 persen meski perusahaan mencatatkan pendapatan dan laba kuartalan tertinggi berkat tingginya permintaan chip terkait AI. Namun, pertumbuhan pendapatan sebesar 257 persen belum mampu memenuhi ekspektasi analis.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement