sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar

Market news editor Nia Deviyana
27/03/2026 22:37 WIB
Melansir Investing, Dow Jones Industrial Average turun 1,06 persen, S&P 500 melemah 0,94 persen, dan Nasdaq Composite merosot 1,27 persen.
Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar. Foto: AP.
Wall Street Dibuka Melemah, Ketidakpastian Perang Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks utama Wall Street dibuka turun pada Jumat (27/3/2026) seiring perang di Timur Tengah yang telah berlangsung selama sebulan. Kondisi ini menekan sentimen pasar, sementara investor memantau tanda-tanda meredanya konflik.

Melansir Investing, Dow Jones Industrial Average turun 1,06 persen, S&P 500 melemah 0,94 persen, dan Nasdaq Composite merosot 1,27 persen.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan kembali memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi penghancuran fasilitas energinya, setelah Teheran sebelumnya menolak proposal 15 poin dari AS untuk mengakhiri pertempuran.

Namun, penundaan tersebut tidak menenangkan pasar, dan harga minyak naik karena investor meragukan kedua pihak akan mencapai kesepakatan.

“Pasar keuangan masih sangat dipengaruhi oleh berita utama. Investor terus diguncang oleh klaim AS bahwa ada kemajuan untuk mengakhiri permusuhan, sementara Iran membantah bahwa negosiasi serius sedang berlangsung,” kata analis pasar senior di Trade Nation, David Morrison.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq berada di jalur penurunan lima minggu berturut-turut. Sementara itu, Dow diperkirakan menutup minggu ini relatif tidak berubah.

Indeks Volatilitas CBOE (VIX), yang dianggap sebagai indikator ketakutan Wall Street, naik 2,56 poin ke level 30.

Sektor layanan komunikasi dalam S&P 500 tetap berada di bawah tekanan dan turun 0,9 persen, seiring saham Alphabet Inc. dan Meta Platforms masing-masing turun 1,2 persen dan 1,7 persen.

Saham perangkat lunak juga terdampak, dengan ETF sektor teknologi perangkat lunak iShares Expanded turun 3,4 persen ke level terendah dalam lebih dari satu bulan.

Saham sektor konsumsi non-primer (consumer discretionary) turun 1,4 persen. Operator kapal pesiar Carnival Corporation turun 1,3 persen setelah memangkas proyeksi laba tahunan yang telah disesuaikan.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement